KESENIAN ANGKLUNG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Angklung merupakan alat musik yang terbuat dari bambu yang mana ditemukan oleh Bapak Daeng Sutigna sekitar tahun 1938, dan awalnya alat musik angklung hanya dimainkan oleh masyarakat sunda karena angklung berasal dari tataran sunda sendiri. Angklung ini dimainkan dengan cara digoyangkan dan akhirnya mengeluarkan nada musik yang berasal dari getaran tersebut, menurut cerita masyarakat sunda alat musik angklung ini dibuat dengan tujuan untuk menarik Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi para petani tumbuh dengan subur. Tapi saat ini banyak para generasi muda yang tidak atau lupa dengan alat musik trdisional yang terbuat dari bambu tersebut, mereka lebih mengenal musik hip hop yang berasal dari luar.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana proses pembuatan alat musik angklung ?
2. Bagaimana uasaha – usaha yang dilakukan supaya alat musik angklung tidak punah?

BAB II
PEMBAHASAN

Angklung merupakan alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari paparan daerah sunda, padahal alat musik tradisional ini sudah telah menjelajah ke mancanegara dengan segudang prestasinya yang gemilang. Belakangan ini banyak para seniman Indonesia terutama seniman angklung yang berkreasi dengan alat musik tradisional ini yaitu dengan cara memainkan alat musik ini untuk mengiringi lagu – lagu pop yang terkenal, dan hasilnya sangat menakjubkan suara yang dihasilkan oleh alat musik ini.
Dalam pembuatannya angklung memerlukan bambu yang memiliki kualitas yang sangat bagus, bambu yang kualitasnya bagus yaitu bambu yang sudah kering dan bambu yang sering digunakan yaitu bambu hitam ( Gigantochloa atter ), bambu tali ( Gigantochloa apus ) dan bambu tutul ( Banbusa vulgaris ). Dalam hal pemilihan bambu ini tidaklah main – main tapi harus benar – benar teliti jika salah memilih bambu yaitu bambu yang terlalu tua akan mudah pecah sedangkan yang terlalu muda tidak bisa menghasilkan suara yang baik. Bambu yang sudah siap untuk bahan dasar pembuat angklung yaitu bambu yang sudah berumur 4 atau telah memiliki 2 tunas atau 3, dan pemanenannya pada bulan juli atau musim kemarau hal ini disebabkan karena zat makanan yang terdapat dalam bambu dan disukai oleh hama serangga ngengat sangat minim. Setelah ditebang bambu dibiarkan selama setengah minggu sampai daunnya menguning kemudian ranting – rantingnya dibersihkan, tahap selanjutnya adalah pengeringan yang berfungsi untuk menyeleksi bambu yang baik yaitu dengan di unun atau di asapi diatas dapur hingga 2 tahun atau dengan cara lain yaitu dengan di angin – anginkan ditempat yang teduh selama 3 atau 4 bulan.
Tahap selanjutnya yaitu pemilihan bambu yang utuh tanpa ada hama yang memakannya, setelah itu barulah bambu tersebut siap untuk dibuat angklung. Dalam porses pembuatan ini hal yang terpenting adalah pembentukan nada dasarnya dari tabung bambu tersebut. Suara bambu itu ada 2 yaitu suara kayu bambu ketika beradu dengan benda lain dan suara yang dihasilkan ketika tabung di tutup, sedangkan alat yang digunakan untuk menentukan nada disebut dengan berina. Adapun jenis – jenis angklung yaitu :
 Angklung Gubrag
Angklung gubrag terdapat di kampung Cipining, kecamatan Cigudeg, Bogor. Angklung ini telah berusia tua dan digunakan untuk menghormati dewi padi dalam kegiatan melak pare (menanam padi), ngunjal pare (mengangkut padi), dan ngadiukeun (menempatkan) ke leuit (lumbung). Dalam mitosnya angklung gubrag mulai ada ketika suatu masa kampung Cipining mengalami musim paceklik.
 Angklung Badeng
Badeng merupakan jenis kesenian yang menekankan segi musikal dengan angklung sebagai alat musiknya yang utama. Badeng terdapat di Desa Sanding, Kecamatan Malangbong, Garut. Dulu berfungsi sebagai hiburan untuk kepentingan dakwah Islam. Tetapi diduga badeng telah digunakan masyarakat sejak lama dari masa sebelum Islam untuk acara-acara yang berhubungan dengan ritual penanaman padi. Sebagai seni untuk dakwah badeng dipercaya berkembang sejak Islam menyebar di daerah ini sekitar abad ke-16 atau 17. Pada masa itu penduduk Sanding, Arpaen dan Nursaen, belajar agama Islam ke kerajaan Demak. Setelah pulang dari Demak mereka berdakwah menyebarkan agama Islam.
Salah satu sarana penyebaran Islam yang digunakannya adalah dengan kesenian badeng. Angklung yang digunakan sebanyak sembilan buah, yaitu 2 angklung roel, 1 angklung kecer, 4 angklung indung dan angklung bapa, 2 angklung anak; 2 buah dogdog, 2 buah terbang atau gembyung, serta 1 kecrek. Teksnya menggunakan bahasa Sunda yang bercampur dengan bahasa Arab. Dalam perkembangannya sekarang digunakan pula bahasa Indonesia. Isi teks memuat nilai-nilai Islami dan nasihat-nasihat baik, serta menurut keperluan acara. Dalam pertunjukannya selain menyajikan lagu-lagu, disajikan pula atraksi kesaktian, seperti mengiris tubuh dengan senjata tajam.
 Angklung Dogdog Lojor
Kesenian dogdog lojor terdapat di masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan atau kesatuan adat Banten Kidul yang tersebar di sekitar Gunung Halimun (berbatasan dengan Sukabumi, Bogor, dan Lebak). Meski kesenian ini dinamakan dogdog lojor, yaitu nama salah satu instrumen di dalamnya, tetapi di sana juga digunakan angklung karena kaitannya dengan acara ritual padi. Setahun sekali, setelah panen seluruh masyarakat mengadakan acara Serah Taun atau Seren Taun di pusat kampung adat. Pusat kampung adat sebagai tempat kediaman kokolot (sesepuh) tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai petunjuk gaib.
Tradisi penghormatan padi pada masyarakat ini masih dilaksanakan karena mereka termasuk masyarakat yang masih memegang teguh adat lama. Secara tradisi mereka mengaku sebagai keturunan para pejabat dan prajurit keraton Pajajaran dalam baresan Pangawinan (prajurit bertombak). Masyarakat Kasepuhan ini telah menganut agama Islam dan agak terbuka akan pengaruh modernisasi, serta hal-hal hiburan kesenangan duniawi bisa dinikmatinya. Sikap ini berpengaruh pula dalam dalam hal fungsi kesenian yang sejak sekitar tahun 1970-an, dogdog lojor telah mengalami perkembangan, yaitu digunakan untuk memeriahkan khitanan anak, perkawinan, dan acara kemeriahan lainnya. Instrumen yang digunakan dalam kesenian dogdog lojor adalah 2 buah dogdog lojor dan 4 buah angklung besar. Keempat buah angklung ini mempunyai nama, yang terbesar dinamakan gonggong, kemudian panembal, kingking, dan inclok. Tiap instrumen dimainkan oleh seorang, sehingga semuanya berjumlah enam orang. Lagu-lagu dogdog lojor di antaranya Bale Agung, Samping Hideung, Oleng-oleng Papanganten, Si Tunggul Kawung, Adulilang, dan Adu-aduan. Lagu-lagu ini berupa vokal dengan ritmis dogdog dan angklung cenderung tetap.
 Angklung Kanekes
Angklung di daerah Kanekes (kita sering menyebut mereka orang Baduy) digunakan terutama karena hubungannya dengan ritus padi, bukan semata-mata untuk hiburan orang-orang. Angklung digunakan atau dibunyikan ketika mereka menanam padi di huma (ladang). Menabuh angklung ketika menanam padi ada yang hanya dibunyikan bebas (dikurulungkeun), terutama di Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero), dan ada yang dengan ritmis tertentu, yaitu di Kaluaran (Baduy Luar). Meski demikian, masih bisa ditampilkan di luar ritus padi tetapi tetap mempunyai aturan, misalnya hanya boleh ditabuh hingga masa ngubaran pare (mengobati padi), sekitar tiga bulan dari sejak ditanamnya padi. Setelah itu, selama enam bulan berikutnya semua kesenian tidak boleh dimainkan, dan boleh dimainkan lagi pada musim menanam padi berikutnya. Menutup angklung dilaksanakan dengan acara yang disebut musungkeun angklung, yaitu nitipkeun (menitipkan, menyimpan) angklung setelah dipakai.
Dalam sajian hiburan, Angklung biasanya diadakan saat terang bulan dan tidak hujan. Mereka memainkan angklung di buruan (halaman luas di pedesaan) sambil menyanyikan bermacam-macam lagu, antara lain: Lutung Kasarung, Yandu Bibi, Yandu Sala, Ceuk Arileu, Oray-orayan, Dengdang, Yari Gandang, Oyong-oyong Bangkong, Badan Kula, Kokoloyoran, Ayun-ayunan, Pileuleuyan, Gandrung Manggu, Rujak Gadung, Mulung Muncang, Giler, Ngaranggeong, Aceukna, Marengo, Salak Sadapur, Rangda Ngendong, Celementre, Keupat Reundang, Papacangan, dan Culadi Dengdang. Para penabuh angklung sebanyak delapan orang dan tiga penabuh bedug ukuran kecil membuat posisi berdiri sambil berjalan dalam formasi lingkaran. Sementara itu yang lainnya ada yang ngalage (menari) dengan gerakan tertentu yang telah baku tetapi sederhana. Semuanya dilakukan hanya oleh laki-laki. Hal ini berbeda dengan masyarakat Daduy Dalam, mereka dibatasi oleh adat dengan berbagai aturan pamali (pantangan; tabu), tidak boleh melakukan hal-hal kesenangan duniawi yang berlebihan. Kesenian semata-mata dilakukan untuk keperluan ritual.
Nama-nama angklung di Kanekes dari yang terbesar adalah: indung, ringkung, dongdong, gunjing, engklok, indung leutik, torolok, dan roel. Roel yang terdiri dari 2 buah angklung dipegang oleh seorang. Nama-nama bedug dari yang terpanjang adalah: bedug, talingtit, dan ketuk. Penggunaan instrumen bedug terdapat perbedaan, yaitu di kampung-kampung Kaluaran mereka memakai bedug sebanyak 3 buah. Di Kajeroan; kampung Cikeusik, hanya menggunakan bedug dan talingtit, tanpa ketuk. Di Kajeroan, kampung Cibeo, hanya menggunakan bedug, tanpa talingtit dan ketuk. Di Kanekes yang berhak membuat angklung adalah orang Kajeroan (Tangtu; Baduy Jero). Kajeroan terdiri dari 3 kampung, yaitu Cibeo, Cikartawana, dan Cikeusik. Di ketiga kampung ini tidak semua orang bisa membuatnya, hanya yang punya keturunan dan berhak saja yang mengerjakannya di samping adanya syarat-syarat ritual.
Begitu banyak jenis angklung yang kita miliki tapi akhir – akhir ini kesenian angklung ini mulai diklaim oleh negara tetangga yaitu Malaysia, mereka mengaku kalau di Malaysia juga ada alat musik angklung. Selain alat musik angklung masih banyak kesenian – kesenian milik Indonesia yang dklaim menjadi milik negara tetangga terutama negara Malaysia, dan ini harus ditangani dengan serius oleh pemerintah agar tidak berlarut – larut. Berikut upaya – upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah tentang pelestarian kebudayan yang di miliki oleh bangsa Indonesia yaitu :
 Membangun kesadaran akan cinta dengan kebudayan Indonesia sebagai wujud rasa cinta tanah air.
 Dengan memberikan penghargaan terhadap seniman – seniman yang berprestasi.
 Menurut Sudarso harus melakukan pengenalan seni budaya bangsa kepada generasi muda lewat sekolah harus lebih di tingkatkan.
 Menurut Putu Wijaya untuk melestarikan kita harus selalu berkarya.

Manusia Ekonomi

Manusia dan Ekonomi

Indonesia sekarang merupakan satu masyarakat kapitalis yang bersifat setengah jajahan. Bilur-bilur luka sisa feodalisme pun masih di sekujur tubuhnya. Kapitalisme neoliberal telah menderas, terutama di era akhir kekuasaan Orde Baru. Dilanjutkan dengan revolusi damai di era demokrasi liberal sekarang, ada proses up and down dalam arus putaran sistem perekonomian di setiap kurunnya. Tiap-tiap terjadi penurunan, senantiasa disertai kebangkitan. Asia mengalami kebangkitan ekonomi kembali setelah diringkus oleh krisis pada tahun 1997. Meski bersifat parsial, tanda-tanda pemulihan menyeruak kembali. Sepanjang ekonomi Amerika Serikat tetap tumbuh dan menyerap ekspor, ekonomi Asia berpeluang untuk mengekspor ‘surplus’ komoditi yang tak terbeli oleh rakyat sendiri. Proses yang sangat ditolong oleh devaluasi mata uang inilah yang membuat ekspor mereka lebih murah ketimbang sebelumnya. Kapitalisme sudah merupakan motor perubahan sejarah yang ‘revolusioner’ dalam hamparan global, perubahan ini sekarang ditunjukkan oleh fenomena globalisasi.
Indonesia kini mirip mozaik yang sedang menuju berserakan oleh proses semua ini. Persis seorang bocah yang bersijingkat di tepian ngarai yang tiap-tiap saat siap meremuk eksistensinya. Tak ada yang lebih tepat dalam membuat lukisan watak ini semua, selain sebagaimana yang pernah diujarkan oleh Antonio Gramsci (dia sendiri seorang teoritisi dan praktisi gerakan buruh Italia), bahwa: ‘Manusia hanya berada di permukaan dangkal peradaban; jika tergores sedikit saja, maka lapisan serigala dalam dirinya akan muncul dengan cepat. Konflik-konflik tersebut punya akar pada kepentingan kesejahteraan ekonomi masyarakat sebagai mata air keadilan sejati mereka. Jika keadilan sejati ini dicederai, maka aus lah segenap ikatan. Dengan begitu, akar dari segala akar ribut-ribut ini adalah ketidakadilan ekonomi.
Ketika neoliberalisasi kian mensenjangkan jarak sosial, rupanya ikatan kelas ikut diluluhlantakkan. Seterusnya, Kenneth Roberts berkata bahwa artikulasi politik di Amerika Latin pada periode awal transisi demokrasi tidak mendasarkan diri pada solidaritas horizontal. Yang terjadi malah pengukuhan ikatan vertikal di mana ikatan dengan kaum senasibnya malah meluntur. Kita tahu persis bahwa era transisi di banyak negara berkembang merupakan reaksi atas berkuasanya era otoriterisme. Kebiasaan politik penguasa otoriter di masa lalu adalah penyingkiran sektor-sektor rakyat dari ajang politik lengkap dengan aspirasi mereka yang (umumnya) berbasis, atau sekurangnya, berjargon kepentingan kelas bawah. Berbarengan dengan itu, kekuasaan otoriter Orde Baru justru merangkul dan mengkooptasi kelas menengah Indonesia. Kelas menengah ini lalu dijadikan junior partners dalam sistem politik otoriter maupun ekonomi pasar (baik yang ortodoks maupun yang terkendali). Ketika demokratisasi tak bisa dicegah pada 1998, salah satu yang menjadi pengusungnya tak lain adalah sebagian kelas menengah yang semasa rezim lama (ancient regime) menjadi junior partners itu.
Sementara kalangan berujar bahwa modernisasi niscaya akan membuat masyarakat kian urban, terspesialisasi, melek huruf, terdidik dan serupa itulah. Berkait dengan ini, neoliberalisme ekonomi ditunjuk sebagai fase terbaru dari modernisasi. Betulkah begitu ? Ketika modernisasi hanya bisa mendorong tiap-tiap orang bersimpuh pada ‘disiplin pasar’ (memenuhi kaidah mekanisme penawaran dan permintaan dalam urusan-urusannya, mulai dari mencari pekerjaan sampai mengurusi kematian), tapi saat berbarengan tidak membuat mereka melek secara politik (politically iliterate), akibatnya adalah paradoks ini terjadinya proses derasionalisasi politik di tengah proses rasionalisasi ekonomi neoliberal.
Nasionalisme merupakan gagasan yang kompleks, yang melibatkan jaringan antara berbagai rupa loyalitas. Loyalitas yang dimaksud adalah loyalitas individu sebagai anggota satu masyarakat, yang dibekali hak dan kewajiban warga negara dalam sebuah kesepakatan timbal balik dengan negara, serta peranan tiap-tiap orang sebagai produsen dan konsumen dalam ranah perekonomian. Pada gilirannya, nasionalisme ekonomi ini condong memanifestasikan dirinya ke dalam dua cara yang saling mengkait;
1) Karena negara bangsa bergantung pada kekuatan-kekuatan pasar dalam hubungannya dengan perdagangan internasional, investasi dan keuangan, maka secara alamiah ia condong beradaptasi dan menyatukan kekuatan-kekuatan pasar eksternal untuk kepentingan-kepentingan nasionalnya, dan
2) Negara bangsa, khususnya jika ia merupakan pemain ekonomi internasional yang lemah, punya kecondongan kian bergantung pada pasar internal ketimbang pada pasar eksternal.
Dua pilihan tersebut adalah cerminan bentuk pilihan yang sistematis dalam menghadapi globalisasi. Namun begitu, pilihan tersebut mensyaratkan adanya koalisi kepentingan aktor-aktor politik dan ekonomi di dalam negeri.
Strategi Makro: Koalisi Kepentingan Nasional
Saya menandai bahwa pilihan-pilihan kebijakan itulah teramat ditentukan oleh koalisi kepentingan dari para pembuat kebijakan. Baik itu kebijakan yang menyangkut penjualan asset-asset negara ke tangan asing, kebijakan upah buruh murah dan serupa itu di satu pihak, maupun kebijakan nasionaliasi pertambangan, reforma agraria dan sejenisnya di pihak yang berlawanan. Sebagai misal, ketika Evo Morales di Bolivia atau Hugo Chavez di Venezuela melakukan nasionalisasi atas asset migas mereka atau ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan untuk mempertahankan kontrak karya Freeport, mereka ini melakukannya tidak di ruang hampa tubuh faal bangsa mereka masing-masing. Sebagai contoh: koalisi berdasar gagasan indigenismo di Bolivia memancarkan satu pembelaan terhadap mayoritas bumiputra Indian yang sudah selama sekitar 500 tahun tak memiliki akses atas sumber daya alam mereka. Bersama orang-orang inilah, Evo Morales menggalang koalisi kepentingan bangsa bagi program-program nasionalisasi maupun juga program revolusi lahannya. Tentu saja dalam kasus lain, kontrak karya Freeport yang terus dipertahankan bertolak dari kepentingan jenis lain. Yang pastinya tidak bertolak dari amanat penderitaan suku-suku pribumi Papua atau Indonesia pada umumnya.

Nasionalisme

PERKEMBANGAN NASIONALISME DI INDONESIA
Paham Nasionalisme adalah suatu paham yang isinya tentang rasa cinta yang begitu besar kepada bangsa dan tanah air, dan ini merupakan pengaruh dari kekuasaan barat di negara-negara Asia. Menurut Ernest Renan nasionalisme adalah rasa kesadaran yang kuat belandaskan atas kesadaran akan pengorbanan, menurut Ruslan Abdulgani menyatakan bahwa nasionalisme memiliki tiga aspek yaitu aspek politis yang bersifat menumbangkan dominasi politik, aspek sosial ekonomis bersifat menghentikan eksploitas ekonomi, kemudian aspek kultural yang bersifat menghidupkan kembali kepribadiannya dan menurut Sartono Kartodirdjo nasionalisme mengandung tiga aspek yaitu aspek kognitif, goal orientasion dan aspek afektif, sedangkan menurut Louis L Snyder menyatakan bahwa nasaionalisme adalah hasil dari faktor – faktor politik, sosial, intelektual pada suatu taraf dalam sejarah. Setiap warga negara Republik Indonesia pasti akan bangga mengaku berbangsa dan bertanah air Indonesia, dan rasa cinta itu diwujudkan dalam bentuk sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang mempunyai tujuan untuk melestarikan, memelihara, dan mempertahankan keutuhan, keselamatan, dan kemajuan bangsa. Perwujudan rasa cinta tanah air bisa kita lakukan di lingkungan keluarga, di lingkungan sekolah dan dimanapun kita berada. Sebagai contoh di lingkungan keluarga kita biasakan bersikap disiplin, bertanggung jawab dalam mewujudkan keutuhan dan kebersamaan agar tercapai kebahagian lahir dan batin, contoh di lingkungan sekolah melalui kegiatan-kegiatan OSIS, UKS, PMR, Pramuka, dan Pencinta alam karena kegiatan-kegiatan ini sangat bermanfaat bagi sikap hidup disiplin dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan hidup, tanah air, bangsa, dan negara.
Semangat Nasionalisme para pemuda pada jaman dulu patut kita teladani karena mereka mau mengorbankan harta, benda, bahkan nyawa mereka sekalipun, dan sebagai perwujudan rasa cinta tanah air mereka kepada bangsa Indonesia maka tercetuslah Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Generasi muda adalah generasi pewaris nilai-nilai luhur budaya dan penerus cita-cita perjuangan bangsa Indonesia serta insan pembangunan yang akan melanjutkan kegiatan pembangunan nasional karena meraka mempunyai rasa Nasionalisme yang besar. Dalam Pelita keenam dilakukan pembinaan dan pengembangan pemuda diupayakan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kesetiakawanan sosial serta kepeloporan pemuda dalam pembangunan masa depan bangsa dan negara dalam rangka mewujudkan kader pemimpin muda yang memiliki idealisme yang kuat, berwawasan kebangsaan yang luas dan berjiwa nasionalisme.
Nasionalisme harus selalu tertanam pada generasi muda untuk tetap meneruskan perjuangan bangsa dan pembangunan nasional, pada era globalisasi ini pastilah kita mengalami hambatan-hambatan dan tantangan yang sifatnya negative yang akan memecah belah dan melemahkan rasa nasionalisme. Generasi muda atau pemuda merupakan konsep-konsep yang sering diberarti oleh nilai-niali hal ini disebabkan karena keduanya bukanlah semata-mata istilah ilmiah tetapi sering lebih sebagai ideologis atau kulturil “ Pemuda Harapan Bangsa ”pemuda pemilik masa depan,kemunculan suatu generasi baru pasti juga di ikuti dengan perubahan sosial. Oleh karena itu kita harus melanjutakan perjuangan bangsa dan cita-cita bangsa dengan memelihara, menjaga, mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan serta menghindari dari sikap yagn merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Pendidikan adalah kunci pokoknya karena faham atau pengertian, itu lahir dari pendidikan dan pengetahuan, itu lahir dari pengajaran. Dari sinilah generasi muda menjadi satu titik penting yang akan meneruskan faham atau pengertian itu, adalah generasi baru, generasi muda penerus bangsa ini. Karenanya, pemerintah sebagai suatu rezim, sangatlah berkepentingan untuk menanamkan sebuah pemahaman berkaitan dengan kepentingan politiknya. Baik pemerintahan itu nasionalis, sosialis, imperialis, ataupun fascis-totaliterian sekalipun, pasti akan memandang penanaman pemahaman (Gramsci bilang “hegemoni”) sebagai sebuah hal yang sangat serius, terlebih pada kalangan muda. Tak heran juga apabila di masa Orde Baru untuk mempelajari sejarah di negeri ini pun harus ada satu acuan yang itupun ditulis oleh seseorang saja demi kepentingan satu kelompok saja, yaitu pemerintah yang berkuasa.
Nasionalisme Indonesia sendiri sebenarnya telah mengalami pembiasan yang cukup serius. Satu degradasi nilai yang telah jauh menyimpang dari cita-cita awalnya sendiri. Pertama yang mesti kita pegang, bahwa nasionalisme ini lahir untuk lepas dari penjajahan Belanda. Semangat ini lahir dari semangat anti penindasan. Mengembalikan manusia ke harkat martabat manusia yang sesungguhnya. Sehingga ada satu kata ikatan yang menyatukan, yaitu “Merdeka”. Apakah berhenti di sini, tentu saja tidak. Karena seiring dengan mengalirnya sang waktu. Ada beberapa fase penting dalam perkembangan nasionalisme Indonesia yang patut dicatat.
 Fase I, perpecahan yang ada di tubuh PNI sendiri, yaitu adanya blok “progressif” dan blok “konservatif”. Blok “progressif” yang diwakili antara lain Syahrir dan Hatta, yang kemudian membentuk Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru), menginginkan sebuah agenda revolusi yang juga menghabisi “penyakit-penyakit” dalam negeri sendiri, yaitu budaya konservatif Jawa, tentu saja lewat pendidikan. Semakin tinggi tingkat pendidikan, maka semakin tinggi tingkat kesadaran suatu masyarakat untuk dapat lepas dari keterkungkungan budaya konservatif yang ada. Namun, sebagian yang lain tidak menyetujui, tentu saja dengan dalih identitas dan kebanggaan sebuah bangsa, meski pada dasarnya adalah untuk menyelamatkan kedudukan-kedudukan mereka dalam partai yang terancam oleh generasi baru partai yang lebih condong ke arah sosialisme dan komunisme. Posisi Soekarno sendiri pada waktu itu tidak jelas. Pertama, dilihat dari tulisan-tulisannya dalam kurun waktu itu (1920-an hingga 1930-an), Soekarno adalah seorang sosialis. Seorang yang secara jelas-jelas mendukung terjadinya perubahan pada sistem konservatif yang ada. Namun, dilihat dari posisinya, dan juga mungkin karena lingkungan obyektifnya, Soekarno lebih cenderung ada pada pihak konservatif. Terlebih posisinya yang tetap pada PNI Lama memperkuat pengertian ini. Inilah awal dari pembiasan pertama, yaitu progressif menjadi konservatif, sekaligus pada masa ini lahirlah apa yang dinamakan “Nasionalisme Jawa”.
 Fase II, Periode 1940-an, yaitu meletusnya PD II. Keberpihakan Soekarno pada Jepang pada masa itu mendapat tentangan dari beberapa orang yang juga berandil besar dalam pergerakan kemerdekaan bangsa ini. Syahrir dan Tan Malaka adalah dua orang yang dengan jelas menentang adanya kolabirasi dengan Jepang. Syahrir, tetap berpegang pada prinsip awalnya, yaitu perubahan masyarakat melalui pendidikan. Sehingga pada nantinya, ketika kesadaran itu tumbuh, maka akan dengan sendirinya terjadi perlawanan pada Belanda. Ini akan merupakan sebuah “perlawanan rakyat” yang sejati, dan tidak hanya sekedar mobilisasi. Sedang Tan Malaka masih setia dengan perlawanan senjata terhadap Jepang, dan akan terus meneruskan perlawanannya terhadap Belanda. Masuknya Jepang, adalah masuknya sebuah pengertian baru di dalam nasionalisme, dua pengaruh negative masuk sekaligus, yaitu Rasisme dan Fascisme. Rasisme adalah kebencian pada bangsa lain atas dasar ras. Sedang Fascisme sendiri adalah faham yang berlandaskan pada kekuatan, istilah yang berasal dari peradaban Romawi, dimana perlambangannya adalah seikat bilah dengan kapak di tengah-tengahnya. Oleh Mussolini sendiri, sebagai seorang Bapak Fascisme, ini diterjemahkan sebagai kekuatan bersenjata, yaitu militer sebagai pusat kekuatan politik. Tentu saja, sistem militerisme tidak mengenal dialektika, melainkan hanya doktrin, sehingga tidak mengenal sistem parlementer dengan kepartaian bebasnya. Rasisme dan Fascisme ini yang kemudian masuk dalam Nasionalisme Indonesia sejak saat itu.
 Fase III, Periode Orde Lama, masa pemerintahan Soekarno. Soekarno sendiri ternyata tak mampu membendung pengaruh negatif yang berasal dari Jepang ini. Pelembagaan militer yang dini pun memperparah wacana nasionalisme yang sesungguhnya. Langsung saja, dalam waktu singkat, militer mampu menjadi satu kekuatan besar dalam perpolitikan tanah air. Hanya dalam kurun di bawah 10 tahun, Dwifungsi sebagai manifesto kekuatan politik militer dalam sistem politik Republik Indonesia, telah menjadi satu keputusan yang Soekarno sendiri tak mampu membendungnya. Mau tak mau, usaha untuk menuju pemerintahan dengan sistem parlementer (1955-1959)sebagai satu syarat mutlak demokrasi harus berhenti di tengah jalan. Soekarno yang tetap waspada pada ancaman kudeta pihak militer pada akhirnya hanya bisa bertahan dengan merangkul pihak komunis. Dan terjadilah peristiwa 1965 itu sehingga Soekarno jatuh.
 Fase IV, Periode Orde Baru, mungkin apabila terjadi masa terburuk bagi dunia pendidikan negeri ini, adalah masa pemerintahan Soeharto. Mungkin secara ekonomi terjadi perkembangan yang pesat, meski tidak semua. Namun secara ideologis, apalagi nasionalisme, terjadi pembiasan yang sangat serius. Semua apa yang telah diadopsi dari Jepang, yaitu Rasisme dan Fascisme ini langsung ditanamkan sampai ke akar-akar di benak generasi muda Republik ini. Kebencian terhadap bangsa asing (terutama Belanda) ditanamkan dari awal, dan tanpa tambahan pemahaman bahwa Belanda harus dibenci karena mereka telah menjadi imperialis dan kolonialis. Bangsa sendiri pun bisa menjadi imperialis dan kolonialis, tidak hanya Belanda, tidak hanya Jepang, Amerika, atau negara manapun juga. Namun, sekali lagi demi posisi pemerintahan, pengertian ini sengaja dihilangkan. Ketakutan akan bangkitnya kesadaran rakyat sehingga akan menggulingkan posisi sebuah rezim lebih berharga dari kewajiban seorang penguasa untuk mengayomi rakyat dan memberikan jalan terang untuk rakyatnya. Bahkan mempelajari Marxisme sebagai satu negasi dari kapitalisme yang merupakan penjelmaan kolonialisme imperialisme pun dilarang. Terjadi sentralisasi kekuatan dan sistem partai tunggal. Dan nasionalisme pun menjadi nasionalisme ala Hitler dan Mussolini yang tidak pernah sekalipun terbayangkan oleh pelopor nasionalisme di negeri ini sendiri. Lalu, apabila yang terjadi seperti ini, maka harus ada keterbukaan pada generasi muda. Harus ada kejujuran pada penerus negeri ini, yaitu tentang penanaman pengertian yang sifatnya subyektif, akan terus berlanjut. Setiap penguasa mampu dan bisa untuk melakukan penanaman pengertian mampu untuk membentuk pemikiran sebagaimana yang diinginkan, demi posisi dan kedudukannya. Namun, sejarah akan selalu menjadi hakim baginya dan hingga sekarang pun ternyata terbukti, bahwa manipulasi akan nasionalisme pun terjadi di republik ini. Seperti juga korupsi, nasionalisme sempit ini pun sudah menjadi penyakit yang menjalari (hampir) seluruh elite negeri ini yang juga selalu teriak-teriak nasionalisme tanpa tahu arti dan sejarah nasionalisme Indonesia.
Rasa nasionalisme pada saat globalisasi ini perlu di tumbuh kembangkan di dalam sanubari masing – masing warga negara Indonesia karena apabila rasa nasionalisme tidak tertanam dengan baik ditakutkan akan menimbulkan krisis terhadap rasa cinta tanah air. Ini sudah mulai terlihat adanya krisis rasa cinta tanah air dapat yaitu dengan banyaknya warga negara yang lebih suka dan bangga dengan produk dari luar negeri dari pada menggunakan produk dalam negeri, fenomena ini sebenarnya terjadi juga akibat dari kesalahan pemerintahan sendiri yang kurang memperhatikan warga negaranya. Mereka lebih mementingkan kepentingan masing – masing individu untuk berebut untuk mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan sehingga mereka lupa akan tugas yang sudah mereka emban. Jadi rasa nasionalisme pada masa globalisasi ini adalah menumbuhkan dan membangun mental para pemimpin dan warga negara untuk bersama – sama memperbaiki perekonomian negara, membentuk pemerintahan yang bersih tanpa ada KKN di dalamnya sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tangguh di segala bidang baik ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Kalau dulu kita harus berperang melawan penjajah yang menjajah negara kita tetapi sekarang kita berperang melawan penjajah yang ada dalam diri kita sendiri karena semua itu harus dimulai dari diri kita sendiri.

By huerock

Purbalingga Tercinta

Kota Purbalingga disinilah aku dilahirkan, dimana dulunya merupakan kota kecil ditengah – tengah kota Purwokerto dan Banjarnegara kini berubah menjadi kota besar yang mana menjadi pusat wisata. Dimana kota Purabalingga merupakan daerah tujuan wisatawan lokal dari daerah – daerah sekitarnya, hal ini bisa terjadi tidak lepas dari peranan dari Bupati Purablingga yaitu Bapak Triyono Budi S yang sangat giat mempromosikan kota Purbalingga. Selain terkenal karena tempat wisatanya kota Purbalingga merupakan pusat industri rambut, yang mana hasil – hasil industri tersebut untuk di exspor ke luar negeri. Hal ini juga yang menjadikan kota Purbalingga tercinta menjadi terkenal serta dari industri inilah pemerintah mendapatkan dana APBD yang lumyan banyak karena para infestor – infestor asing banyak yang menanamkan modal mereka di kota ini terutama para infestor dari negara Korea. Kota Purablingga juga mempunyai tempat bersejarah dimana disinilah Panglima Besar Jendral Soedirman dilahirkan, dan masih banyak lagi keistimewan – keistimewaan yang dimiliki oleh kota Purbalingga tercinta dan aku sungguh bangga menjadi warga Purbalingga.

Pembendelan buku

Baru – baru ini muncul adanya kasus tentang pembendelan buku yang berjudul Gurita Cikeas yang mana dalam buku tersebut menceritakan dan mengungkap tentang keluarga besar cikeas yaitu keluarga dari presiden kita yaitu bapak SBY tercinta. Sebenarnya tidak terjadi pembendelaan buku tersebut tapi buku – buku yang sudah di diterbitkan dan telah di distribusikan pada toko – toko buku itu, dan dalam kenyataannya para pemilik toko tersebut tidak mau memasarkannya karena buku itu mengalami kontroversi dalam masyarakat dan ini dilakukan tanpa adanya paksaan dari manapun tapi karena inisiatif dari pemilik toko itu sendiri.
Saat ini buku tersebut masih menjadi kontroversi pada banyak kalangan karena menyangkut nama baik presiden dan keluarganya, oleh karena itu saat ini buku tersebut sedang dikaji oleh banyak tokoh terutama oleh bapak SBY sendiri. Sebenarnya dengan adanya buku – buku sangat membantu kita dalam menambah wawasan kita dalam ilmu pengetahuan, seperti dalam buku Gurita Cikeas itu dimana kita bisa mengambil banyak sekali manfaatnya antara lain kita bisa mengetahui tentang keluarga dari bapak SBY serta hal – hal apa saja yang beliau lakukan baik dalam dunia bisnis, politik dan pendidikan. Sebenarnya pembendelan buku itu juga termasuk merupakan suatu penghambat pengembangan ilmu pengetahuan serta mematikan ide – ide kreatif yang dimiliki oleh para sastrawan – sastrawan kita dalam menuangkan hasil dari pemikiran – pemikiran mereka.
Gara – gara buku Gurita Cikeas ini menjadikan dunia perpolitikan menjadi memanas dimana penerbitan buku itu disangkut pautkan dengan kemenangan pak SBY dalam kampanye presiden dimana beliau mendapatkan tambahan dana dari yayasan – yayasan yang dimiliki oleh keluarga cikeas tersebut. Dan dikatakan juga kalo buku tersebut mencemarkan nama baik dari keluarga cikeas itu, dan sampai saat ini kasusnya masih berjalan.

Artis Terjun ke Dunia Politik

Artis terjun ke dunia politik???????? Ya saat ini kita tau banyak sekali artis – artis yang terjun ke dunia politik dan ini menjadi fenomena baru di dunia politik dan dunia artis indonesia untuk saat ini, pada awalnya hanya ada beberapa orang saja yang masuk atau terjun ke dunia politik tapi semakin kesini mulai bertambah banyak terutama para artis yang sudah mulai memasuki usia uzur atau tua dan masa keartisan mereka sudah habis atau sudah tidak tenar lagi. Banyak faktor yang mempengruhi fenomena ini, kalo dari segi ekonomi mungkin hanya sedikit pengaruhnya karena si artis sudah mempunyai harta yang cukup atas hasil kerja keras mereka selama menjadi artis, mungkin ini jalan bagaimana agar si artis itu menjadi terkenal lagi karena telah menyita perhatian dari kalangan masyarakat. Jika si artis itu mempunyai background politik itu bisa di maklumi dan diterima untuk terjun ke dunia politik apa lagi sampai menyalonkan diri untuk menjadi anggota parlemen seperti DPR tapi kalau hanya artis yang cuma ikut – ikutan saja terjun ke dunia politik dan hanya ingin kerja enak dan mendapat kaji yang besar itu sungguh tidak bisa diterima karena hal ini menyangkut orang banyak dan negara. Sebenarnya menjadi anggota parlemen adalah hak untuk semua kalangan, dan yang paling penting mempunyai kemampuan tentang politik. Kita lihat saja gaya hidup dari artis yang selalu glamor dan mewah dan apabila si artis itu menjadi anggota dewan yang merupkan wakil rakyat apa yang akan terjadi?apakah artis tersebut peka tehadap penderitaan dan apa saja yang dibutuhkan oleh rakyat yang mana wakil rakyat harus mempunyai sifat merakyat. Alangkah baiknya jika sesuatu pekerjaan dikerjakan oleh ahlinya karena jika suatu pekerjaan dilakukan oleh ahlinya maka hasil akhir yang lebih baik dan memuaskan, apabila seorang musisi akan lebih berguna dalam bidang profesinya sebagai penyanyi dan menghasilkan lagu – lagu yang berkualitas, begitu pula dalam bidang politk.

Transportasi Publik

Transportasi publik merupakan suatu sarana dan prasarana untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal untuk melakukan berpergian, transportasi publik itu sendiri dapat dibagi enjadi beberapa jenis yaitu antara lain :
• Transportasi Darat
• Transportasi Laut
• Transportasi Udara
Untuk itu mari kita ulas masing – masing dari transportasi diatas
• Tansportasi Darat
Transportasi darat merupakan jalur transportasi yang sangat padat yang mana dapat atau mudah untuk terjadinya kecelakaan, dan di darat terdapat banyak macam – macam jenis transportasi yaitu bus, angkot, becak, andong, bemo, bajaj, dan taxi. Baru – baru ini dunia transportasi darat sedang hangat – hangatnya menjadi bahan pembicaran di kalangan masyarakat, misalnya saja kita ambil sampel wilayah di daerah Jakarta. Dimana kemarin – kemarin banyak terjadi musibah – musibah yang menimpa angkutan umum seperti yang terjadi pada Trans Jakarta dimana angkutan umum ini mengalami kecelakan berupa kebakaran dimana bus tersebut terbakar di sekitar tempat pemberhentian bus Trans untungnya saja tidak ada korban. Kejadian kebakaran ini sudah terjadi sekitar 2 kali dan penyebab dari kebakaran tersebut karena adanya hubungan arus pendek pada jalur AC di bus tersebut, kemarin juga terjadi kecelakan dimana bus Trans menabrak seorang anak kecil ini menjadi PR khususnya bagi pemerintah DKI Jakarta itu sendiri dalam pengelolaan dan perawatan armada transportasi publik.
• Transportasi Laut
Kita merupakan negara maritim yang mana wilayah laut kita lebih luas dibandingkan dengan daratannya, dan kita pun merupakan negara kepulauan yang kita mempunyai banyak pulau baik yang sudah berpenghuni maupun yang belum berpenghuni. Oleh karena itu sungguh sangat penting peranan transportasi laut karena transportasi laut bisa menjadi jalan penghubung antara pulau yang satu dengan yang lain, macam – macam alat transportasi laut itu sendiri misalnya kapal penyebrangan ( kapal ferry), dimana kapal ini mampu untuk mengangkut penumpang beserta kendaraan sesuai dengan kapasitasnya. Dalam dunia transportasi laut juga tidak luput akan terjadinya kecelakaan yang mana kecelakaan – kecelakaan itu dialami oleh kapal – kapal kecil yang mengangkut penumpang dan kelebihan muatan sehingga terjadilah kecelakaan tersebut, apa lagi kapal – kapal kecil tersebut tidak dilengkapi dengan alat – alat pengamanan seperti pelampung bagi para penumpangnya. Sedangkan pada kapal – kapal yang besar seperti kapal ferry sudah terdapat alat – alat pengaman seperti pelampung tadi tapi yang perlu disayangkan adalah hamper seluruh kapal – kapal ferry yang beroperasi saat ini di perairan Indonesia kebanyakan sudah tidak layak pakai karena kapal – kapal tersebut sudah berusia tua, beberapa waktu lalu juga terjadi kecelakan yang dialami oleh kapal ferry dan menelan beberapa korban.
• Transportasi Udara
Udara merupakan wilayah yang bebas yang mana pesawat terbang bebas untuk melintas tanpa harus takut untuk bertabrakan antara pesawat yang satu dengan yang lain tidak seperti pada transportasi darat yang sangat padat. Negara Indonesia mempunyai banyak maskapai penerbangan tapi hanya satu yang diakui oleh luar negeri yaitu maskapai penerbangan Garuda Indonesia itupun masih diragukan oleh dunia internasional dengan kelayakan untuk terbang, karena kurang memenuhi standar penerbangan internasional. Sedangkan dalam negeri sendiri banyak maskapai – maskapai penerbangan yang melayani penerbangan – penerbangan domestik. Tapi dalam penerbangan – penerbangan domestik sering terjadi kecelakaan seperti yang terjadi baru – baru ini yang terjadi di daerah papua yang mana di daerah paupa alat transportasi yang utama adalah transportasi udara karena medannya yang banyak pegunungan – pegunungan, kecelakaan pesawat yang benar – benar menghebohkan masyarakat Indonesia adalah kecelakaan yang dialami oleh Adam Air yang mengalami kecelakaan dan bangkai pesawatnya tenggelam di daerah peraiaran Sulawesi dan menelan banyak koraban.
Sungguh teragis dan memprihatinkan dunia transportasi Indonesia saat ini, ini menjadi pekerjaan rumah dan tanggung jawab bagi pemerintah pusat dalam pengelolaan transportasi publik sehingga memberikan kenyaman bagi masyarakat.

Pahlawan

Wah….baru – baru ini banyak yang ngributin tentang penetapan siapa yang layak jadi pahlawan antara Gus Dur dengan Soeharto. Menurut gue cey semuanya berhak untuk mendapatkan gelar tersebut karena mereka itu merupakan putra – putra bangsa yang pernah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia internasional. Karena seorang pahlawan mau dan rela berkorban apapun untuk negara dan tanah air tercinta, seperti yang dilakukan oleh kedua tokoh tersebut yang mana mereka mempunyai peran besar dalam negara ini. Seperti Soeharto merupakan bapak pembangunan dimana dia sukses dalam membangun negara ini dan sedangkan Gus Dur sendiri beliau telah mampu menyatukan seluruh umat beragama di Indonesia ini dan memeberikan kebebasan kepada para penganut agama untuk melakukan ajaran – ajaran agama mereka masing – masing.

Global Warming

Kita tau pada akhir – akhir ini kita di hebohkan dengan adanya ajakan untuk stop global warming dan sampai saat ini pun masih digalakan gerakan tersebut, sebenarnya pengertian dari global warming itu sendiri apa? Kita mulai dari kata global itu sendiri mempunyai arti yaitu menyeluruh atau mendunia sedangkan kata warming itu adalah pemanasan, oleh karena itu kita bisa mengartikan sendiri global warming itu suatu pemanasan yang terjadi hampir dirasakan oleh seluruh wilayah di bumi ini. Hal ini bisa terjadi karena lapisan ozon yang mempunyai fungsi untuk melindungi bumi dari sinar matahari secara langsung dan mencegah atau menyaring sinar – sinar yang berbahaya dari matahari itu sendiri, sekarang sudah mengalami kerusakan yaitu terbentuknya lubang – lubang besar di lapisan ozon yang disebabkan oleh polusi – polusi udara, efek dari rumah kaca serta penebangan pohon di hutan secara liar yang mana hutan merupakan sebagai paru – paru dunia yang mana berfungsi untuk menguraikan gas karbondioksida menjadi oksigen yang kita butuhkan.
Adapun dampak – dampak yang diakibatkan dari global warming itu sendiri adalah mencairnya es di kutub utara sehingga menambah volume air yang ada di bumi, kenaikan permukaan laut sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan pulau – pulau kecil menjadi tenggelam oleh air laut. Dampak yang lainnya yaitu seperti terjadinya perubahan musim yang tidak menentu dimana yang seharusnya menjadi musim kemaru menjadi musim penghujan ataupun sebaliknya sehingga sering mengakibatkan terjadinya bencana alam dan ini dialami oleh semua negara di dunia. Baru – baru ini diadakan KTT yang mana membahas tentang global warming dimana seluruh negara yang hadir dalam KTT tersebut di himbau untuk turut berperan aktif dalam menangani masalah global warming karena masalah ini merupakan tanggung jawab seluruh negara yang ada di dunia ini karena ini menyangkut dengan kelangsungan bagi bumi itu sendiri.

By huerock

Bunuh Diri

Pada baru – baru ini banyak terjadi fenomena bunuh diri yang terjadi di Indonesia, hampir setiap hari pasti di beritakan terjadi kasus bunuh diri. Apakah bunuh diri ini sudah dianggap sebagai hal yang biasa bagi kalangan masyarakat kita? Padahal bunuh diri itu dilarang dan tidak diperbolehkan oleh ajaran agama manapun, karena itu merupakan perbuatan yang tidak di sukai oleh Tuhan dan perbuatan berdosa yang besar. Banyak sekali kejadian – kejadian bunuh diri yang terjadi, adapun kasus – kasus bunuh diri yang terjadi baru – baru ini yaitu :
 Kejadian bunuh diri di pusat perbelanjaan yaitu dengan cara melompat terjun dari escalator.
 Kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh ibu rumah tangga atau ayah dimana sebelum dia bunuh diri, terlebih dulu dia membunuh ke dua anak mereka dengan meminumkan racun kepada anak – anak mereka.
 Kejadian bunuh diri yang dilakukan oleh seorang ayah dengan menjeburkan diri ke dalam sumur.
 Kejadian bunuh diri yang mana dilakukan oleh seorang cucu dimana setelah dia membunuh neneknya dan mengambil uangnya dengan gantung diri.
Dengan banyaknya kejadian – kejadian bunuh diri seperti yang telah di paparkan diatas, pastilah ada sebab yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan tersebut. Adapun sebab – sebab atau faktor – faktor yang menjadikan mereka melakukan perbuatan tersebut yaitu :
 Bisa seseorang itu terkena depresi berat.
 Kesulitan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.
 Ketakutan akan masa depan anak mereka karena takut tidak bisa memenuhi kebutuhan mereka terutama dalam bidang pendidikan.
 Tidak kuat menahan rasa malu yang dialami oleh pelaku tersebut.
 Sudah tidak mempunyai tujuan hidup.
Apabila kasus – kasus bunuh diri ini dikaji dengan sudut pandang dari ilmu sosiologi, maka seperti pemikiran dari salah satu tokoh sosiologi yaitu Emile Durkheim yang mana beliau mempunyai teori yang membahas tentang bunuh diri. Beliau membagi bunuh diri itu menjadi 4 tipe bunuh diri yaitu
• Bunuh diri Egoistik yaitu dimana seorang yang tidak berinteraksi dengan grupnya yaitu keluarga, rekan – rekan, kelompok agama dan hidupnya tidak terbuka dengan orang lain tetapi lebih mementingkan dirinya sendiri tidak memikirkan orang lain, dan kemudian dia bunuh diri karena dia mengalami krisis moral.
• Bunuh diri Altrulistik yaitu dimana seseorang tersebut menyatukan diri dengan nilai – nilai kelompoknya dan seluruh hidupnya untuk kelompok tersebut dan memandang selain kelompok tersebut hidupnya tidak berarti bagi kelompok lain. Kuatnya integrasi dengan kelompoknya tersebut maka mengakibatkan dirinya rela mati untuk kepentingan kelompoknya tersebut.
• Bunuh diri Anomi yaitu dimana keadaan sesorang telah kehilangan cita – cita atau tujuan hidup serta norma – norma dalam hidupnya, sehingga menyebabkan dia melakukan bunuh diri.
• Bunuh diri Vatallistic yaitu dimana dalam sebuah masyarakat mempunyai aturan yang sangat kuat dan tidak bisa dirubah dan individu tersebut tidak bisa menyesuaikan diri sehingga dia memutuskan untuk bunuh diri.